Catatan · dasar

Berapa risiko per posisi yang aman? (position sizing)

LetSowan · 26.08.2026

Pemula sibuk bertanya "entry di mana". Padahal pertanyaan yang jauh lebih menentukan bertahan-tidaknya akunmu adalah: berapa yang kamu pertaruhkan tiap kali salah? Itulah position sizing — dan buat saya, ini pelajaran yang harganya paling mahal kalau telat dipahami. Bukan saran finansial; ini catatan dari perjalanan.

Apa itu risiko per posisi

Risiko per posisi adalah berapa persen modal yang kamu relakan hilang jika satu trade kena stop loss. Perhatikan: yang diatur bukan "berapa lot", tapi "berapa rupiah/dolar yang boleh hilang". Ukuran lot cuma hasil hitungan dari situ.

Kenapa persen kecil menyelamatkan akun

Trading itu soal probabilitas — deretan kalah pasti datang, sebagus apa pun strategimu. Yang menentukan bukan apakah kamu kena beruntun, tapi apakah kamu selamat saat itu terjadi. Lihat bedanya setelah 10 kali kalah beruntun:

Perbedaannya bukan sepuluh kali lipat — jauh lebih brutal, karena kerugian menggerus dari modal yang makin mengecil. Risiko kecil adalah cara termurah untuk memastikan satu periode buruk tidak menghapusmu dari permainan.

Aturan bertahan nomor satu: tetap di meja. Kamu tidak bisa memenangkan permainan yang sudah kamu tinggalkan karena satu minggu yang jelek.

Berapa yang wajar?

Tidak ada angka sakti, tapi banyak trader memakai 0,5%–2% per posisi. Di akun challenge dengan daily drawdown 5%, risiko 0,5%–1% memberi ruang untuk salah beberapa kali dalam sehari tanpa langsung hangus. Makin besar risikomu, makin sedikit kesalahan yang boleh kamu buat — dan pasar tidak pernah kekurangan cara untuk membuatmu salah.

Cara menghitung ukuran lot dari risiko

Urutannya selalu sama, dan dihitung sebelum entry:

  1. Tentukan risiko dalam uang. Contoh: modal $10.000, risiko 1% = $100 per posisi.
  2. Ukur jarak stop loss dari titik masuk, dalam pip. Contoh: 50 pip.
  3. Ukuran posisi = risiko uang ÷ (jarak stop × nilai per pip). Kalau 1 lot standar ≈ $10/pip, maka $100 ÷ (50 × $10) = 0,2 lot.

Intinya: stop yang lebih lebar berarti lot lebih kecil supaya risiko rupiahmu tetap sama. Lot mengikuti risiko, bukan sebaliknya. (Angka di atas contoh ilustratif — sesuaikan dengan instrumen dan brokermu.)

Bagaimana ini menyatu dengan yang lain

Position sizing tidak berdiri sendiri. Dia mengatur seberapa dalam kamu boleh salah; risk-reward ratio mengatur bentuk tiap trade (reward vs risk); dan menahan diri dari oversizing menjaga keduanya tetap utuh saat emosi memuncak. Bertiga, plus sabar, itulah yang membuat trader bertahan cukup lama untuk beruntung.